Dinding dapur granit dikenal sangat keras dan kuat, sehingga tetap aman dari goresan maupun benturan kecil. Permukaan dinding terasa halus, meskipun sering digunakan untuk aktivitas memasak sehari-hari. Hal ini tak lepas dari material granit dari magma cair, sehingga tahan suhu ekstrim dan tidak mudah retak maupun patah.
Baca Juga: Jenis dan Motif Dinding Dapur Full Keramik Paling Estetik

Desain, Perawatan dan Faktor Penting untuk Membedakan Dinding Dapur Granit Asli
Dinding granit memiliki permukaan yang licin dan tidak berpori. Material ini tidak mudah menyerap noda dan mudah dibersihkan. Cukup lap dengan kain lembap dan sabun ringan, sudah cukup untuk mengembalikan kilauan dari dinding granit.
Secara umum, dinding granit memiliki karakteristik yang kuat dan jarang retak meski terkena benturan keras. Material ini menawarkan corak alami dengan warna yang terkesan mewah dan berkelas.
Setiap lembar granit memiliki motif unik yang sulit ditiru pabrik. Hal ini menjadikannya sebagai material premium yang terlihat lebih personal.
Inspirasi Desain Menggunakan Dinding Granit
Desain dinding dapur berbahan granit menawarkan gaya elegan sekaligus mendukung fungsi ruang memasak. Pemilihan granit sebaiknya disesuaikan dengan warna, pola dan tekstur agar selaras dengan elemen lain.
Berikut beberapa inspirasi desain menarik yang bisa diterapkan dengan dinding granit untuk area dapur.
- Mengaplikasikan granit pada seluruh backsplash dapur.
- Kombinasi dinding dapur granit dengan kayu atau keramik untuk menciptakan kontras tekstur menarik.
- Penggunaan granit dalam area accent wall sebagai focal point atau counter top.
- Granit dengan pemasangan vertikal atau pola tertentu menambah dinamika visual.
- Granit dengan warna dan tekstur menyerupai marmer memberikan kesan mewah klasik dan modern, cocok untuk dapur dengan gaya kontemporer.
Faktor Pembeda Dinding Granit Asli dan Palsu
Seiring perkembangan zaman, tak menutup kemungkinan jika pengguna mendapatkan material dinding granit palsu. Nah, sebagai langkah pencegahan, berikut beberapa faktor penentu yang perlu diperhatikan untuk membedakan dinding granit asli dan palsu.
1. Perhatikan Ketukan Suara
Ketuk bagian belakang granit menggunakan benda keras. Granit asli akan mengeluarkan suara dering yang nyaring dan tajam. Sementara itu, granit palsu (KW) biasanya menghasilkan suara yang teredam atau tidak nyaring. Hal ini karena adanya bahan resin dan kristal kuarsa yang menyerap suara.
2. Daya Serap Air
Dinding dapur granit asli menyerap air, menyebabkan warna permukaan menjadi lebih gelap karena air meresap ke dalam batu. Sementara itu, granit palsu tidak menyerap air karena biasanya sudah dilapisi resin epoxy. Hal ini menjadikan air menggenang dan tidak meresap.
3. Pola Guratan
Granit asli memiliki pola dan guratan unik, tidak teratur serta warna alamiah yang sulit ditiru. Sementara granit palsu cenderung memiliki pola yang terlalu seragam. Warnanya pun seringkali kurang realistis karena diproduksi secara massal.
4. Daya Tahan Goresan
Granit asli sangat keras dan tahan gores. Coba gores secara ringan dengan benda keras (pisau atau kunci). Kalau gampang tergores, besar kemungkinan material tersebut bukan granit asli. Sementara itu, granit asli terasa lebih berat dan padat dibandingkan granit KW karena kepadatannya yang tinggi.
5. Bobot Material
Granit tiruan biasanya lebih ringan dan ketebalannya kadang tidak merata. Sementara granit asli harganya lebih mahal karena dibuat langsung dari batu alam dan prosesnya cukup rumit. Jika harga terlalu murah, perlu dicurigai.
Merawat Dinding Granit yang Tepat
Merawat dinding dapur granit yang tepat penting untuk menjaga keindahan, kekuatan dan ketahanannya agar tetap awet dan mengkilap. Gunakan kain lembut atau spons microfiber yang dibasahi dengan air hangat dan sabun dengan pH netral. Jangan gunakan pembersih asam, kasar atau berbahan kimia kuat karena bisa merusak lapisan pelindung granit.
Noda sebaiknya dihapus secepat mungkin supaya tidak menyerap ke dalam pori-pori granit. Jika dibiarkan, cairan bisa meninggalkan bekas yang sulit hilang dan membuat tampilannya kurang menarik.
Lapisi granit memakai sealer setiap enam hingga dua belas bulan agar terlindung dari noda dan kelembapan. Pastikan kondisi permukaan sudah kering dan bersih sebelum pelapis dioleskan supaya hasilnya maksimal.
Walau tahan panas, tetap gunakan tatakan saat meletakkan wajan atau panci panas di granit. Suhu terlalu tinggi bisa memicu retak halus atau mengubah warna permukaan secara permanen. Jika sudah tampak kusam, lakukan pemolesan dengan produk khusus setiap beberapa bulan.
Perbedaan Granit Single Loading dan Double Loading
Perbandingan penggunaan granit single loading dan double loading bisa dilihat di kanal Youtube Pasaraya Makmur Sehati. Granit double loading biasanya memiliki dua lapisan. Hal ini membuat motif dan warnanya jadi lebih pekat dan merata. Selain itu, jenis granit tersebut juga lebih awet dan tahan terhadap noda seperti tumpahan kopi, cokelat dan lainnya. Perawatannya pun jauh lebih mudah karena noda tidak bisa meresap ke permukaan.
Sementara itu, granit single loading hanya memiliki satu lapisan. Tampilan granit ini bisa langsung terlihat jelas secara fisik. Keramik memiliki ketahanan di bawah double loading. Hal tersebut membutuhkan perawatan ekstra agar tampilannya tetap bersih dan bagus.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Dinding Dapur dari Baja Ringan
Menggunakan dinding dapur granit adalah solusi tepat bagi penghuni yang ingin menghadirkan dapur dengan nuansa elegan, mewah, dan fungsional. Selain kuat, granit juga memberi kesan estetik yang membuat dapur jadi tempat paling nyaman di rumah. /Siti



